Suplai Listrik Natal Nasional di Sulut Aman

PLTP Lahendong 1 di Tomohon

PLTP Lahendong 1 di Tomohon

MANADO — PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo siap dan siaga mendukung agenda kerja Presiden Joko Widodo di Sulut, Selasa (27/12) esok. Selain menghadiri perayaan Natal Nasional di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Minahasa, Presiden Jokowi  juga akan melakukan kunjungan ke beberapa lokasi.

Untuk mendukung sejumlah kegiatan tersebut, PLN Suluttengggo menjami saat ini kondisi sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) dari sisi pembangkitan sedang surplus sebesar 70,9 Mega Watt (MW). Daya mampu pembangkit 414,8 MW, sementara konsumsi daya beban puncak mencapai 343,9 MW. Kondisi ini akan ditambah pasokan lagi yang disuplai oleh PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 sebesar 40 MW, yang akan diresmikan Presiden esok siang.

“Kami bersiaga penuh untuk puncak perayaan Natal Nasional, segala persiapan termasuk memastikan kondisi pembangkit dan penyaluran beban sudah kami lakukan, hal ini sesuai dengan standart operasional yang berlaku,” ujar General Manager  PLN Wilayah Suluttenggo Baringin Nababan, tadi siang.

PLN Suluttenggo juga telah menyiapkan captive power di sejumlah tempat. Antara lain genset mobile 100 kVA di Bandara Sam Ratulangi, travo mobile 315 kVA dan genset 2 x 40 kVA di lokasi perayaan Natal Nasional sebagai cadangan pasokan.

“Petugas kami dibantu vendor sedang standby menjaga pasokan listrik ke pelanggan, terutama di lokasi-lokasi acara,” tambah Nababan didampingi Deputi Manajer Humas PLN Suluttenggo Jantje Rau.

Dijelaskan Manajer Pembangkit Sektor Minahasa Ir Ahadi, daya terpasang saat ini didapatkan dari sejumlah pembangkit eksisting. Di antaranya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP) Lahendong 4 unit yang telah beroperasi terpasang masing-masing 20 MW (dioperasikan PLN), PLTA Tonsea Lama serta Tanggari 1 dan 2, MVPP Zeynep Sultan di Amurang, PLTG Marisa di Gorontalo, serta sejumlah PLTD di beberapa lokasi.

Sekadar diketahui, tambahan 2 unit PLTP Lahendong 5 dan 6 di Tompaso Minahasa, yang akan beroperasi akhir tahun ini, dikelola Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan skema IPP (independent power plant). Kapasitasnya 2 x 20 MW.

“PGE menjual listrik ke PLN untuk disalurkan ke pelanggan. Dengan tambahan dua unit ini maka total kapasitas  total terpasang PLTP sebesar 120 MW,” jelas Ahadi.

Listrik yang diproduksi PLTP Unit 5 dan 6 disalurkan ke jaringan transmisi (SUTT 150 kV) dan distribusi PLN di sistem kelistrikan SulutGo, untuk kemudian disalurkan kepada para pelanggan. Dengan adanya tambahan pasokan listrik dari unit 5 dan 6, rasio elektrifikasi (jumlah masyarakat yang terlistriki) di Sulut dapat meningkat.

“Rasio elektrifikasi di Sulawesi Utara sendiri saat ini telah mencapai 90,15%, atau meningkat 3,58 % dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan telah beroperasinya PLTG Gorontalo September lalu dan juga PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 tahun ini,” sebut Baringin.(ink)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply