SMAN 1 Amurang Over Kapasitas, Gimana Kualitas Pendidikan?

AMURANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Amurang, merupakan sekolah unggulan yang berada di Ibukota Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sebagai sekolah unggulan, keinginan masyarakat untuk bersekolah di SMAN 1 Amurang, sangatlah tinggi. Inilah yang menjadi penyebab SMAN 1 Amurang memiliki siswa yang telah over kapasitas.

A.Lambone, Kepsek SMAN 1 Amurang

A.Lambone, Kepsek SMAN 1 Amurang

Hal ini disebabkan jumlah siswa yang lulus tidak sebanding dengan siswa yang masuk. Dimana siswa masuk berkisar di 500-an sedangkan siswa yang lulus hanya sekitar 300-an.

Masalah ini tidak dibantah oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Amurang, A. Lambone beberapa waktu lalu kepada gomanado di ruang kerjanya. “Saya beserta panitia penerimaan siswa baru sudah berusaha membatasi jumlah siswa yang masuk dengan menerapkan tes masuk. Namun sangat disayangkan, orang tua siswa berusaha dengan berbagai alasan untuk memasukkan siswa kesekolah ini,” terang Lambone.

Ditambahkannya, inilah penyebab sekolah mengambil kebijakan untuk menerima seluruh siswa yang mendaftar.

Ketika dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minsel, Senin (25/07/2016) diperoleh keterangan dari Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen), Fien Runtuwene,  ini akibat dari tidak jalannya sistem rayonisasi.

“Rayonisasi tidak jalan, orang tua hanya ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah unggulan,” tandas Runtuwene.

Senada dengan Runtuwene, Koordinator Pengawas (Korwas) Max Lengkong menyampaikan, bahwa untuk saat ini tidak ada standar minimal yang menjadi acuan.

“Yang saya ketahui, jumlah siswa dalam satu Rombongan Belajar (Rombel) adalah sebanyak 36 siswa dan maksimal 40 siswa. Jika lebih dari 40 banyak efek yang tidak baik dari pelaksanaan pendidikan di sekolah tersebut,” kata Lengkong.

Kelebihan siswa dalam 1 Rombel yang terjadi di SMAN 1 Amurang akan mengganggu proses belajar mengajar karena siswa jadi kurang memperhatikan. Siswa akan kurang pengawasan dalam kesehariannya dan kemampuan guru dalam mengawasi dan memberikan pelajaran menjadi meragukan. Kebijakan sekolah dalam.menerima siswa baru yang over kapasitas akan diindikasikan hanya untuk mengejar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sertifikasi Guru.(taw)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply