Tingkatkan Penetrasi Pasar Produk Unggulan keEropa Timur dan Tengah

ODSK Arahkan Pembangunan Peningkatan iklim Investasi
MANADO - Dalam menunjang iklim investasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (OD-SK)  melakukan pertemuan bisnis dan kunjungan kerja para pelaku bisnis dalam rangka promosi peningkatan penetrasi pasar produk unggulan Sulut, ke kawasan Eropa Timur dan Tengah, di Hotel Aston Manado, Kamis (02/06/2016). Diakui Dondokambey, kebijakan pembangunan daerah saat ini memang diarahkan pada peningkatan iklim investasi dan perdagangan serta produktifitas UMKM.

Para peserta serius mengikuti pemaparan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey

Para peserta serius mengikuti pemaparan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey

“Keberadaan infrastruktur penunjang seperti Bandara Internasional Sam Ratulangi dan pelabuhan HUP PORT Bitung serta infrastruktur dasar lainnya turut menunjang keunggulan daerah, terlebih dengan telah ditetapkannya KEK Bitung, dengan berbagai keunggulan kompleksnya di masa mendatang,” terang Gubernur.

Dikatakannya, penetapan KEK Bitung membuka ladang baru bagi para pelaku ekomomi untuk berinvestasi dan memicu pengembangan bisnis mulai dari level pengusaha besar sampai pada pengusaha kecil dan mikro yang menopang ekonomi rumah tangga rakyat banyak.

Sementara terkait dengan pertumbuhan perekonomian daerah, Gubernur sampaikan bahwa pada triwulan I Tahun 2016 ini, perekonomian Sulut tumbuh sebesar 5,96 persen. Sedangkan untuk capaian kinerja ekspor Sulut tumbuh dengan volume sebesar 360.727.197,34 (Kg), dengan nilai mencapai 219.146.904,12 (USD),”

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,13 persen di banding triwulan 1 Tahun 2015 lalu,” terangnya.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat membuka pertemuan bisnis dan kunjungan kerja para pelaku bisnis dalam rangka promosi peningkatan penetrasi pasar produk unggulan Sulut ke kawasan Eropa Timur dan Tengah

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat membuka pertemuan bisnis dan kunjungan kerja para pelaku bisnis dalam rangka promosi peningkatan penetrasi pasar produk unggulan Sulut ke kawasan Eropa Timur dan Tengah

Dia juga menyebutkan, sejak Tahun 2015 ada 31 jenis komoditi yang telah di ekspor ke 64 negara. Komoditi utama ekspor Sulut antara lain Minyak Kelapa kasar, Minyak Goreng Kelapa, Tepung Kelapa, Bungkil, Kopra, Karbon Aktif, Ikan Beku, Ikan Kaleng, Ikan Kayu, Pala dan Cengkih, Kayu Manis serta rumah panggung.

“Dengan tujuan Negara ekspor ke kawasan Eropa Tengah dan Timur. Komoditi Biji Pala dan Bunga Pala serta komoditi Tepung Kelapa dengan negara tujuan Rusia, Slovenia, Polandia, Repulik Ceko, Kroasia, Latvia, Ukrania dan Armenia,” ungkap Dondokambey.

Sementara pada bulan Maret 2016 komoditi lemak dan minyak hewan/nabati masih tetap merupakan komoditi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total nilai eskpor Sulut yakni sebesar 58,60 persen atau senilai US$ 47,66 juta.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey tukaran cinderamata dengan peserta pelaku bisnis

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey tukaran cinderamata dengan peserta pelaku bisnis

Secara kumulatif sepanjang Tahun 2016 hingga bulan Maret komoditi lemak dan minyak hewan/nabati juga masih tetap merupakan kontributor terbesar yang memberi andil 66,28 persen terhadap total nilai ekpor Sulut, dengan nilai sebesar US$ 163,15 juta.

Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar Sulut bulan Maret 2016 adalah Singapura dengan nilai US$ 14,43 juta atau 17,74 persen dari total nilai ekspor, di susul Brasil dengan nilai US$ 13,69 juta atau 16,83 persen dari total nilai eskpor.

“Secara kumulatif dari bulan Januari hingga Maret 2016 Negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai mencapai US$ 53,45 juta, di susul Belanda dan Singapura dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$ 45,35 juta dan US$ 31,65 juta,” terang Gubernur.(Advertorial)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply