Risiko Terluka Paling Besar Terjadi Saat Musim Kembang Api

GrafikTranslated by: Pratiwi

Anak – anak mungkin berpikir pasti akan menyenangkan apabila menyalakan kembang api untuk merayakan hari–hari besar seperti Tahun Baru, Imlek, hari raya, ataupun hari kemerdekaan. Akan tetapi bahkan jenis terkecil dari kembang api pun dapat menghasilkan ledakan berbahaya.

Tahun lalu, misalnya, tercatat lebih dari 10,000 orang terluka, dan 11 orang tewas dikarenakan kasus yang berkaitan dengan kembang api. Jumlah orang tewas meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya berdasarkan laporan CPSC (Consumer Product Safety Commission).

Tiga orang yang meninggal adalah warga sipil yang tidak tahu menahu apapun tentang kembang api yang dinyalalakan, termasuk seorang remaja berusia 19 tahun dan 2 orang manula yang rumahnya terbakar karena terkena kembang api yang dipasang oleh orang lain.

Menurut CPSC, anak –anak di bawah usia 15 tahun memiliki tingkat cedera yang paling tinggi dibandingkan dengan usia lainnya. Terhitung sebanyak 40% pasien dari kalangan usia ini. Tangan dan wajah adalah bagian tubuh yang sering terluka.

Kembang api yang biasa dimainkan anak–anak terlihat tidak terlalu berbahaya akan tetapi kembang api ini mempunyai suhu sekitar 2.000 derajat Fahrenheit ( suhu yang cukup panas untuk melelehkan baja).(cbs news)
Berikut tips yang dianjurkan ketika menyalakan kembang api:
1. Jangan biarkan anak–anak memegang atau menyalakan kembang api.
2. Ketika membeli, perhatikan kemasan kembang api, apabila dibungkus menggunakan kertas coklat atau biasa dikenal dengan kertas kopi/roti.
3. Jangan menggabungkan kembang api ketika dinyalakan.
4. Jangan nyalakan kembang api di dekat tubuh anda atau orang sekitar
5. Setelah menyalakan kembang api segera menyingkir ke tempat yang lebih aman.
6. Kembang api dinyalakan jauh dari rumah atau bahan kering yang mudah terbakar.
7. Siapkan suplai air untuk berjaga–jaga apabila terjadi kebakaran.
8. Rendam dalam air kembang api yang telah terpakai untuk memastikan bahwa kembang api benar–benar mati.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply